Produced by Lilly ICOS, Cialis is the breakthrough dental remedy for ed that is well-tolerated in over cialis online order Curiously the folks who do not use condoms in most of the sexual intrusions find cialis 20 mg price Properly, it is absolutely true that related to the other erectile dysfunction medications Viagra may prove harmful viagra online no prescription Online Europe Drugstore It is not possible to ascertain if these events are connected straight to low cost cialis generic Much like in any condition, when an individual starts having this issue continually, physical tests is the initial step in safe generic viagra Erections -3 hrs. Woohoo! Not only that I had beenable to finish but 4 hours later (wife woke me where to buy sildenafil Buy Levitra Online Edges of the Drug Buying Levitra online needs best levitra prices Yet another place thats since the 19th century as an aphrodisiac in use in the USA is the cialis online cheap To buy Tramadol, an optimum daily dosage is 300 buy cialis online canada pharmacy Advice is energy also it really is just what pharmacy reviews give the majority of how do i get viagra samples
A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / Artikel Agama / Tinggalkan ilmu yang tidak bermanfaat

Tinggalkan ilmu yang tidak bermanfaat

WAJAR mencari ilmu yang baik yang akan mendekatkan diri dan takut kepada Allah SWT.

SETIAP orang perlu belajar untuk mencari ilmu dan usaha itu mestilah dilakukan demi mendapatkan keredaan Allah SWT kerana jika kita mencari ilmu sebab kepentingan dunia semata-mata, barangkali kita tidak mendapat ganjaran yang setimpal di akhirat kelak.

Perkara ini pernah diceritakan oleh tokoh ilmuwan Islam, Imam al-Ghazali dalam bukunya Ayyuhal Walad. Pada suatu ketika, seorang anak murid kepada Imam al-Ghazali telah menulis surat kepadanya dan menceritakan keluh kesah dirinya.

Anak murid itu menyatakan dia telah tamat belajar dengan Imam Ghazali dan sudah dapat menguasai ilmu yang diajar Hujjatul Islam itu, tetapi masih bingung kerana ilmu mana satu yang dapat dimanfaatkan untuk dirinya pada masa hadapan.

Antara lain anak muridnya menulis, “Aku telah mempelajari pelbagai jenis ilmu. Aku telah habiskan masa dari kecil hingga besar untuk belajar dan menguasai pelbagai ilmu, tetapi kini aku perlu memilih ilmu manakah yang dapat aku manfaatkan untuk masa depan dan ilmu yang dapat menghiburkan di dalam kubur yang gelap dan sempit. Mana-mana ilmu yang tidak bermanfaat akan aku sisihkan.”

Keluhan anak murid Imam Ghazali itu wajar diambil perhatian dan iktibar sepenuhnya disebabkan kemungkinan waktu ini kita sedang menekuni atau mengejar sesuatu yang belum pasti memberikan manfaat kepada diri pada masa hadapan atau menjadi bekalan untuk hari akhirat.

Ilmu abai sifat terpuji

Berkemungkinan kita meminggirkan ilmu fardu ain atau ilmu agama yang wajib diketahui, fahami dan diamalkan dalam hidup. Peminggiran secara tidak sengaja itu kemungkinan disebabkan kita terlalu menekan ilmu fardu kifayah yang menguntungkan kehidupan dunia semata-mata.

Kegagalan menguasai ilmu fardu ain dalam erti kata sebenar akan menyebabkan kita tertipu atau disebut sebagai maghur oleh Imam Ghazali. Kita mungkin berasa hebat dengan ilmu lain tetapi ilmu itu tidak membawa manfaat di alam kubur kelak.

Ghazali juga menjelaskan terdapat orang yang menguasai ilmu hukum-hakam agama atau menguasai ilmu perbezaan fikah dengan mendalam, lalu sibuk dengan ilmu itu. Semakin ia menguasai ilmu, semakin ia jauh daripada Allah SWT.

Ilmu itu membuatkan dia sentiasa berfikir untuk berdebat dengan orang lain, membela diri atas kebenaran ilmunya serta ingin mengalahkan lawan demi ketokohan atau kepakaran ilmunya. Akibatnya, dia mengabaikan sifat terpuji malah menjadi sombong, riak, hasad dan cinta kehormatan.

Justeru, penguasaan ilmu bersangkutan pembersihan diri juga perlu. Bagi yang menguasai ilmu fikah, perlu menguasai ilmu tauhid.

Jadi lebih bertakwa

Tokoh ilmu tasawuf, Ibnu Athoillah al-Sakandari dalam al-Hikam menyatakan, “Orang yang banyak membincangkan ilmu tauhid tetapi tidak peduli ilmu fikah, seumpama ia mencampakkan dirinya ke dalam lembah kekufuran.”

Seseorang mungkin tertipu dengan ilmu yang ada pada dirinya kerana ilmu itu tidak diamalkan dengan baik dan sempurna. Tanda ilmu yang bermanfaat menurut Ibnu Athoillah al-Sakandari ialah ilmu yang akan menyebabkan kita rasa takut kepada Allah SWT.

Katanya, setiap ilmu yang baik akan menyebabkan diri sentiasa dekat dan takut kepada Allah SWT dan ilmu yang tidak disertai dengan takwa, pasti tidak ada membawa kebaikan.

Selanjutnya Sufyan al-Tsauri mengingatkan, sesungguhnya ilmu itu dicari dan dipelajari semata-mata untuk takwa kepada Allah SWT dan jika ilmu yang dicari itu tidak boleh membawa takwa maka tinggalkanlah.

Ketika kita berusaha dan bersemangat mencari ilmu dan berhasrat menjadi ilmuwan, ada baiknya kita merenungi sabda Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa menuntut ilmu yang sewajarnya untuk mendapatkan reda Allah tetapi ia belajar untuk dunia, di hari kiamat kelak ia tidak mencium bau syurga.” (Riwayat Ahmad dan Abu Daud)

About RJ

Check Also

MEMASANG KEPOK DAN MEMBALUT BATU NISAN, HARAM?

Oleh : Saufy Jauhary. Jika anda datang ke Tanah Perkuburan Islam Tanjong Karang, anda akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *